PERAN BLOG GURU INDONESIA DALAM MEMBENTUK GURU YANG “SEKSI”

18 Feb

Diambil dari astrisagita.guruindonesia.net/artikel_detail-22113.html

25-04-2012 13:50:47, pada umum

Guru merupakan profesi yang dinamis. Ia terus berkembang seiring dengan peradaban yang memolanya. Ranah tugas seorang guru idealnya tidak lagi dibatasi tembok-tembok ruang kelas, tetapi harus sudah mampu merambah ke “dunia lain”; dunia yang akan terus melecutnya menjadi sosok inspiratif; sosok yang mampu mengilhami peserta didik menjadi generasi masa depan yang cerdas, baik secara intelektual, emosional, spiritual, maupun sosial. Di sekolah, guru adalah teladan, guru adalah contoh..

Di tengah rumit dan kompleksnya situasi peradaban yang kian mengarah pada atmosfer global, peran guru jelas makin sarat tantangan. Ia tidak hanya dituntut untuk mentransfer setumpuk ilmu dan teori kepada siswa didik, tetapi diharapkan juga mampu menorehkan tinta sejarah dalam ornamen peradaban. Ia tidak harus terjebak menjadi guru kurikulum yang hanya mentransfer lmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjalankan peran kemanusiaannya sebagai guru inspiratif dalam kurikulum kehidupan yang sesungguhnya. Peran kemanusiaan itu mewujud dalam sebuah aksi pemikiran kreatif, kritis, cerdas, dan mencerahkan melalui tulisan sebagai media beraktualisasi dan katarsis diri di tengah meruyaknya berbagai fenomena hidup. Guru harus turun dan bergaul dengan peserta didik. Generasi muda kita tidak kurang dalam hal intelegensi dan intelektualitas. Mereka hanya butuh orang yang bisa membakar motivasi dan menumbuhkan kecintaan mereka akan ilmu. Dan orang itu adalah guru.

Sekolah-sekolah tengah bersemangat menerapkan kurikulum terbaru yakni Kurikulum Berkarakter. Maksudnya adalah, sekolah dan guru perlu mengintegrasikan nilai-nilai karakter yang baik dalam seluruh kegiatan di sekolah, utamanya kegiatan pembelajaran di kelas . Karakter adalah perilaku yang dilandasi oleh nilai-nilai berdasarkan norma agama, kebudayaan, hukum/konstitusi, adat istiadat, dan estetika.. Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil.

A. GURU YANG SEKSI.

Tujuan Pendidikan Nasional yang dituangkan dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Profesionalisme guru merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi, seiring dengan semakin meningkatnya persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Seorang guru yang profesional harus memenuhi empat kompetensi guru yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yaitu : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan  kompetensi sosial.

Untuk memenuhi tuntutan tujuan pendidikan nasional dan Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen diatas, diperlukan guru yang “SEKSI” ( Smart, Energik, Kreatif, Santun dan Inovatif.)

1. Smart

SMART berarti cerdas, pintar, dan bijak. Kecerdasan bukan sekedar genetic (bawaan/keturunan) atau produk dari sebuah diklat, melainkan ia juga muncul dari sebuah kesadaran. Ia juga datang dari hati. Kemunculannya ibarat sebuah idealisme yang utuh, sejatinya seorang pendidik, dan bukan sekedar pengajar.

Menjadi guru yang SMART identik dengan menjadi guru yang profesional. Menyadari kelemahan diri, tetapi mampu membangun kekuatan atas kelemahan itu. Ia memiliki kekuatan, tetapi tidak untuk mendominasi kelemahan orang lain (baca: peserta didik). Sekali waktu ia juga pandai memotivasi siswa, sehingga dibalik kelemahan siswa itu muncul potensi lainnya yang lebih besar. Guru yang SMART akan merasa puas, jika kompetensi dan posisi muridnya kelak di kemudian hari, berada di atas kemampuan sang guru saat ini.

Tantangan dunia pendidikan di masa depan semakin berat. Guru sebagai salah satu bagian penting dari pendidikan, harus mampu menjadi manusia pembelajar yang cerdas dan kreatif. Guru akan menjadi cerdas jika mereka mampu mengakses seluruh sumber ilmu pengetahuan dari buku, lingkungan sekitar, internet, media masa, dan berbagai sumber ilmu pengetahuan lainnya. Kuncinya ada pada komitmen untuk menjaga kualitas prestasi hidup dan konsisten dalam memperbaiki diri agar lebih baik.

Ada beberapa pilihan sikap yang dapat dikembangkan agar guru dapat menjadi lebih cerdas dan kreatif.

Pertama, memiliki rasa ingin tahu. Semangat bertanya untuk menambah khasanah pengetahuan yang dimilikinya pada saat ini merupakan jendela pembuka diri dalam menelaah sumber-sumber informasi yang ada di lingkungan sekitar.

Kedua, berpikir positif dan optimis dalam menghadapi masalah. Challenge of change, memandang masalah sebagai tantangan untuk mengubah diri, bukan merupakan beban dalam hidup.

Ketiga, mau dan mampu menghargai kritik dari orang lain sebagai jembatan loncatan hidup yang lebih prestatif.

Petuah bijak menyatakan, membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun reputasi baik, dan hanya membutuhkan waktu 10 detik untuk menghancurkannya. Bangunlah reputasi baik sebagai guru cerdas dan kreatif, sebuah kontribusi nyata menyiapkan generasi masa depan bangsa yang lebih baik.

2. Energik

Energi adalah tenaga. Energik berarti tenaganya digunakan secara maksimal. Guru yang energik adalah guru yang melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh dalam hal pikiran, tenaga, waktu dan konsentrasinya. Guru energik selalu mengabdikan segenap kemampuannya secara totalitas demi peningkatan kualitas pendidikan pada umumnya dan peningkatan kualitas peserta didik khususnya. Ia selalu energik dalam mengembangkan berbagai metode pembelajarannya, menerapkan berbagai strategi, meningkatkan penguasaan materi ajar, merancang pengadaan media pembelajaran yang sesuai, hemat dalam memenejemen waktu, selalu berusaha menerapkan pembelajaran dengan konsep PAKEM ( produktif, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan ) dan mampu menggugah semangat dan ide-ide baru peserta didiknya.

Guru yang energik selalu berusaha terus bersemangat untuk berjuang dalam mendidik para calon pemimpin bangsa ini. Untuk itu guru akan berusaha menjaga kesehatannya agar tidak loyo dan selalu optimis dalam menghantarkan anak didiknya menuju gerbang keberhasilan. Ada beberapa usaha yang perlu dilakukan untuk menjadi guru yang energik, antara lain :

Berusaha membuat hidup yang berkualitas, bermanfaat untuk orang lain

Menjaga pola makan dengan asupan makanan yang halal dan bergizi

Olah raga yang cukup

Istirahat yang cukup

Yakin bahwa semua kebaikan yang ia lakukan adalah ibadah

3. Kreatif

”The most powerful way to develop creativity in your students is to be a role model. Children develop creativity not when you tell them to, but when you show them.”(Robert J. Sternberg)

Menjadi guru yang cerdas dan kreatif adalah sebuah pilihan. Guru harus berani bereksplorasi kreatif, misal, menggunakan metode pembelajaran yang variatif, menggunakan barang-barang bekas sebagai media pembelajaran tepat guna, dan ekplorasi kreatif lainnya yang mampu menginspirasi para siswa untuk menjadi insan kreatif juga

Hal yang perlu kita ketahui adalah bahwa :

setiap orang adalah kreatif,

kreativitas dibawa sejak lahir,

setiap orang dapat belajar menjadi kreatif, dan.kreativitas dapat dikembangkan melalui proses pendidikan

Kreativitas adalah orisinalitas, artinya bahwa produk, proses, atau orangnya, mampu menciptakan sesuatu yang belum diciptakan oleh orang lain. Belajar secara kreatif adalah hal yang alami karena berkaitan sifat manusia yang selalu ingin tahu. Psikologi belajar telah menunjukkan bahwa individu yang menghadapi hal baru akan mengalami ketidakseimbangan dalam dirinya. Dengan demikian peluang untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut secara kreatif terbuka bagi semua orang.

Kreativitas tidak selalu dimiliki oleh guru berkemampuan akademik dan kecerdasan yang tinggi. Hal ini dikarenakan kreativitas tidak hanya membutuhkan keterampilan dan kemampuan, kreativitas juga membutuhkan kemauan atau motivasi. Keterampilan, bakat, dan kemampuan tidak langsung mengarahkan seseorang guru melakukan proses kreatif tanpa adanya faktor dorongan atau motivasi.

Guru yang kreatif akan berusaha membuat kelas yang nyaman, dengan ciri-ciri : :

1. Adanya Kekuatan Niat (Azzam)

Niat mendidik dan menjadi guru adalah mengabdi, rela berkorban dan berbagi pengetahuan, percaya akan kemampuan siswa, meyakini setiap siswa adalah unik dan juga spesial

2. Melibatkan Emosi Dalam Belajar

Senang-susah, sedih gembira, menangis tertawa akan berpengaruh kuat dalam proses belajar. Lakukan pembelajaran dengan menyenangkan (Tebak-tebakan, permainan dalam pembelajaran, menyanyi, cerita menarik, media menakjubkan atau kegiatan lucu)

Ketika otak menerima ancaman / tekanan, kemampuan syaraf untuk berpikir rasional semakin mengecil.  Siswa akan lebih banyak menyerap materi pelajaran, jika suasana pembelajaran memuaskan, menantang dan ramah bagi mereka.  Bermanfaat untuk membangun ingatan jangka panjang

3. Adanya Jalinan Rasa Simpati dan Saling Pengertian

Seberapa jauh kita memasuki dunia mereka, sejauh itu pula pengaruh yang kita miliki di dalam kehidupan mereka. Masa sekolah adalah masa yang  penuh dengan hiburan dan permainan Siswa biasanya merasa nyaman, jika gurunya mengerti dan bersimpati pada hobby dan kesenangannya Hindari terlalu banyak komentar menilai dan menyalahkan siswa

4. Adanya Rasa Saling Memiliki

Jika kita rindu bertemu siswa, maka mereka akan merindukan kita. Jika kita terpaksa mengajar mereka, maka mereka juga terpaksa mendengar kita. Mengajak seluruh siswa untuk menyadari bahwa mereka adalah saudara. Kita sangat ingin mereka menjadi lebih baik. Membangun rasa saling memiliki akan mempercepat proses pendidikan dan meningkatkan rasa tanggung jawab siswa dengan siswa, siswa dengan guru

5. . Ambil Resiko /  Keluar Dari Zona Nyaman

If you take the same ACTION everyday, you will always get  the same RESULT. If you want different RESULT, you must take different ACTION. Keluarlah dari zona nyaman. Lakukan hal-hal yang berbeda dan lebih baik setiap hari. Jangan pernah merasa puas dengan hasil dan penampilan yang ada

6. Keteladanan (Berikan teladan sebelum nasehat)

Ingat 3 M :Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil, Mulai dari sekarang. Kita akan lebih mantap menyampaikan materi jika kita telah memiliki dan menjalankannya. Beri teladan yang baik dari diri kita. Perubahan siswa dimulai dari perubahan gurunya

4. Santun

Guru sebagai teladan bagi murid-muridnya harus memiliki sikap dan kepribadian utuh yang dapat dijadikan tokoh panutan idola dalam seluruh segi kehidupannya. Karenanya guru harus selalu berusaha memilih dan melakukan perbuatan yang positif agar dapat mengangkat citra baik dan kewibawaannya, terutama di depan murid-muridnya.

Disamping itu guru juga harus mengimplementasikan nilai-nilai tinggi terutama yang diambilkan dari ajaran agama, misalnya jujur dalam perbuatan dan perkataan, tidak munafik. Sekali saja guru didapati berbohong, apalagi langsung kepada muridnya, niscaya hal tersebut akan menghancurkan nama baik dan kewibawaan sang guru, yang pada gilirannya akan berakibat fatal dalam melanjutkan tugas proses belajar mengajar.

Kemuliaan hati seorang guru diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru secara nyata dapat berbagi dengan anak didiknya. Guru tidak akan merasa lelah dan tidak mungkin mengembangkan sifat iri hati, munafik, suka menggunjing, menyuap, malas, marah-marah dan berlaku kasar terhadap orang lain, apalagi terhadap anak didiknya.

Guru harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan, tulisan, dan isyarat; menggunakan teknologi komunikasi dan informasi; bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik; bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.

Guru harus memiliki pengetahuan yang luas, menguasai berbagai jenis bahan pembelajaran, menguasai teori dan praktek pendidikan, serta menguasai kurikulum dan metodologi pembelajaran. Namun sebagai anggota masyarakat, setiap guru harus pandai bergaul dengan masyarakat. Untuk itu, ia harus menguasai psikologi sosial, memiliki pengetahuan tentang hubungan antar manusia, memiliki keterampilan membina kelompok, keterampilan bekerjasama dalam kelompok, dan menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok.

Beberapa syarat guru yang santun antara lain :

Mampu bergaul dengan siapa saja

Berakhlak mulia

Rendah hati dan tidak sombong

Ingin selalu bermanfaat bagi orang lain

Selalu mengajak kepada kebaikan

Selalu introspeksi diri sehingga tidak mudah mencari kesalahan orang lain

Selalu berkata lembut dan sopan kepada siapapun

5. Inovatif

Jadi guru itu tidak jadul… tapi gaul. Jadi guru itu tidak asal ngawur… tapi bangunlah pengetahuan, jangan sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa.. Jadilah guru sebagai pelita dalam gulita. Jadilah guru yang inovatif

Menurut Prof. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa  ide, proses dan produk dalam berbagai bidang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997 : 381) Inovasi diartikan sebagai penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, misalnya gagasan, metode atau alat.

Menurut Peter Drucker (1997 : 84), innovation as “change that creates a new dimention of performance”. Inovasi sebagai suatu perubahan yang menimbulkan dimensi baru dalam penampilannya.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas, inovasi merupakan sebuah temuan baru baik dalam bentuk ide, barang atau jasa yang berbeda dari sebelumnya dalam lingkun gan tertentu, dalam arti kreasi, dimensi dan penampilannya. Kemudian temuan baru itu diproses, dikenalkan secara sistematis dengan maksud agar dimilii oleh individu lain supaya terjadi perubahan, sehingga perubahan hasil inovasi tersebut menjadi kepuasan pada pihak yang menggunakannya

Apakah perbedaan antara kreativitas dan inovasi? Inovasi dapat diartikan sebagai proses penyempurnaan produk atau proses yang sudah ada.. Kreativitas adalah jantung dari inovasi. Tanpa kreativitas tidak akan ada inovasi. Semakin tinggi kreativitas, jalan ke arah inovasi semakin lebar pula.

Guru yang inovatif adalah guru yang dinantikan oleh siswanya dikarenakan guru ini dapat mengemas mata pelajaran menjadi menu yang sangat lezat. Menu-menu ini meliputi tepat dalam memilih pendekatan kepada siswa, tepat memilih metode, tepat memilih strategi, dapat mengelola kelas. Guru yang seperti ini yang diharapkan oleh bangsa ini.

Menurut Jamal Ma’mur Asmani untuk menjadi guru yang ideal dan inovatif yang mampu melesatkan kemajuan bangsa, maka hal-hal berikut dapat menjadi strategi supaya menjadi guru yang inovatif dalam pembelajaran.

Menguasai materi pelajaran secara mendalam

Berwawasan luas.

Komunikatif

Dialogis

Menggabungkan teori dan praktik

Menyampaikan ilmu secara bertahap

Mempunyai variasi pendekatan

Konsentrasi pada tujuan materi

Mengajar secara alami tidak perlu menekan dan memaksa siswa

Humoris tapi serius

Strategi pembelajaran merupakan tonggak utama dalam pembelajaran. Maka diaharapkan guru dapat berinovatif dalam strategi pembelajaran. Dari kesepuluh aspek tersebut dapat diambil sebagai indikator guru untuk bersikap inovatif dalam strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran diharapkan supaya mempersiapkan dan menjadikan siswanya dapat bersaing di era global sekarang dan yang akan datang.

B. BLOG GURU INDONESIA MEMBENTUK GURU YANG SEKSI

Universitas Airlangga telah meluncurkan Program Sejuta Blog untuk Guru yang diberi nama Web Blog Guru Indonesia (guru-indonesia.net), bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yaitu tanggal 20 Mei 2011. Melalui program ini, Universitas Airlangga berharap mampu menyumbangkan peran bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia melalui pengembangan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Sejak pertama kali dilincurkan, blog guru Indonesia telah banyak berperan demi kemajuan guru di Indonesia. Saat ini, kembali para guru dapat memanfaatkan blog guru Indonesia ini agar bisa terlihat “SEKSI” ( Smart, Energik, Kreatif, Santun, Inovatif ). Peran Blog Guru Indonesia dalam membentuk guru yang SEKSI antara lain :

1. Memperluas Wawasan

Para guru dapat terus mengasah kepandaiannya dan memperluas wawasan keilmuannya dengan membaca berbagai macam artikel dari berbagai bidang keilmuan. Artikel tersebut adalah kiriman dari para guru dan dosen serta pemerhati pendidikan di Indonesia

2. Media Komunikasi

Para guru dapat bertukar pikiran dan berdialog dengan pengguna blog guru di seluruh Indonesia. Guru dapat bertukar pengalaman mengenai permasalahan yang ditemui dalam perjalanan kariernya sebagai guru. Guru juga dapat berdiskusi mengenai cara mengatasi siswa yang beragam . Guru bisa juga berkenalan atau ngobrol dengan guru se Indonesia lewat forum dan status.

3. Sarana Pembelajaran Bagi Siswa

Guru yang kreatif dapat menggunakan blog guru Indonesia sebagai sarana pembelajaran bagi siswanya. Siswa dapat mengakses soal atau materi yang ditulis oleh gurunya dalam blog guru.

4. Sarana Berbagi Ilmu dan Pengalaman

Guru yang kreatif dan inovatif dapat terus mencari terobosan baru untuk membuat program belajar, membuat materi yang menarik bagi siswa sekaligus dapat membagikan ilmunya tersebut lewat blog guru.

5. Wadah Aktualisasi Diri

Diusianya yang menginjak satu tahun, blog guru telah mewadahi kreativitas guru untuk berani menulis. Selama ini masih banyak guru yang SEKSI belum menemukan wadah yang tepat untuk menuangkan “unek-unek” nya. Baik itu berupa artikel, tips, soal-soal dan bahkan hanya sekedar untuk “curhat” atau ber “say hello” dan berdialog dengan sesama rekan guru di Indonesia.

Saat peluncuran perdananya, Blog Guru Indonesia telah menyelenggarakan Lomba Menulis Kreatif Bagi Guru Indonesia. Dan kini, untuk menyambut satu tahun usianya, Blog Guru Indonesia kembali mengundang para guru di seluruh Indonesia untuk menjadi penulis buku. Buku ini nantinya akan diterbitkan sebagai tonggak bersama kiprah dan karya guru Indonesia dalam menegakkan manusia Indonesia yang cerdas, produktif dan berakhlak mulia..

Kajian Pustaka

Efendi Sanusi. 2009. inovatif, kreatif dan produktif. Diunduh dari http://blog.unila.ac.id/effendisanusi/?p=42 pada tanggal 7 april 2011.

Jamal Ma’mur Asmani. 2011. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Made Wena. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.

Siti Purwati. 2010. Pengertian Strategi Pembelajaran. Diunduh dari http://ilmuagamabuddha.byethost12.com/berita-124-pengertian-strategi-pembelajaran.html pada tanggal 7 april

Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI  ;(2009) Manajemen Pendidikan, Alfa Beta, Bandung

Susilana, Rudi ; (2007), Media Pembelajaran, CV. Wacana Prima, Bandung

Pantiwati, y. 2001. Upaya peningkatan Profesionalisme kepemimpinan. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang.

http://makalahfrofesikependidikan.blogspot.com/2010/07/kompetensi-guru-profesi.html

Journal PAT. 2001. Manajemen dan Kepemimpinan . April/Mei 2001. 2001)

Semiawan, C.R. 1991. Strategi Pengembangan Diri Untuk Menjadi Pemimpin Jakarta: Grasindo.

http://www.sarjanaku.com/2011/01/makalah-kompetensi-guru-profesional.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: